Bacalah sebagai bahan instropeksi, bukan untuk saling menyalahkan,
karena entah sebagai anak atau orang-tua, kita tetap manusia biasa yang
mempunyai salah ,,
10 PESAN ANAK untuk ORANGTUA
1.
Tangan saya masih kecil. Tolong jangan mengharapkan kesempurnaan
setiap kali saya merapikan tempat tidur, menggambar, atau melempar bola.
Kaki saya masih pendek. Tolong perlambat agar saya bisa berjalan
beriringan dengan Ayah / Bunda.
2. Mata saya belum melihat dunia
seperti yang Ayah/ Bunda lihat. Tolong izinkan kami menjelajahinya
secara aman. Jangan memberikan larangan yang tak perlu.
3. Selalu
akan ada saja pekerjaan di dalam rumah tangga. Saya masih kecil untuk
waktu yang begitu singkat. Tolong luangkan lebih banyak waktu untuk
menjelaskan dunia yang ajaib ini, dan lakukan secara tulus ikhlas.
4.
Perasaan saya masih halus. Tolong sensitif terhadap
kebutuhan-kebutuhan kami. Jangan memarahi saya sepanjang hari. Ayah /
Bunda pasti tak senang kalau dimarahi karena ingin tahu. Perlakukan saya
seperti Ayah / Bunda ingin diperlakukan.
5. Saya adalah hadiah
yang istimewa dari Tuhan. Tolong perlakukan saya sebagai harta
berharga, berikan bimbingan untuk semua tindakan saya. Beri saya
panduan tentang cara menjalani hidup dan mendisiplin saya dengan cara
manis.
6. Saya memerlukan dorongan dan pujian Ayah/Bunda untuk
tumbuh. Tolong jangan cepat mencela. Ingat, Ayah/Bunda dapat mengkritik
hal-hal yang saya kerjakan tanpa mencela saya.
7. Tolong beri
saya kebebasan untuk membuat keputusan-keputusan menyangkut diri saya
sendiri. Izinkan saya untuk gagal sehingga saya dapat belajar dari
kesalahan-kesalahan saya. Lalu suatu hari, saya akan siap untuk membuat
keputusan-keputusan yang dituntut hidup dari saya.
8. Tolong
jangan kerjakan segalanya untuk saya. Kadang, cara ini membuat saya
merasa upaya saya tidak sesuai dengan harapan Ayah/Bunda. Saya tahu ini
sulit, tapi tolong jangan membandingkan saya dengan saudara perempuan/
laki-laki saya.
9. Tolong jangan takut untuk pergi berakhir pekan
bersama. Anak-anak perlu libur tanpa orangtua, sama seperti orangtua
perlu libur tanpa anak-anak. Selain itu, berlibur hanya berdua adalah
cara baik untuk menunjukkan kepada kami, anak-anak, bahwa perkawinan
Ayah/Bunda sangat istimewa.
10. Tolong ajak kami beribadah secara teratur, beri contoh yang baik untuk saya teladani.
~~~
10 PESAN ORANGTUA untuk ANAK
1.
Bukankah ayah menggendong kamu sedari kamu masih bayi? Tapi baiklah
nak, asal kamu ingat memperlambat jalanmu ketika kami telah renta.
2.
Andai kamu melihat apa yang kami lihat, kau akan berharap tetap berada
di rahim bundamu. Tapi baiklah nak, asalkan kau dapat menjaga
pandanganmu.
3. Bila waktu di dunia ini tak terbatas, tak ada
tempat kami ingin habiskan kecuali bersamamu, nak. Tapi baiklah, asal
kau tak bosan menjelaskan apa yang kami lupakan saat kami sudah pikun
dan renta.
4. Justru kami memperlakukan kamu agar kamu tak perlu
tahu bagaimana buruknya kami diperlakukan. Tapi baiklah nak, asal kamu
tahu bagaimana memperlakukan kami saat kami tak mampu lagi
memperlakukan kamu dengan baik.
5. Bukankah kami sudah berikan
segalanya agar kamu menjadi sesuatu yang tak hanya berharga di mata
kami, tapi di mata orang lain? Tapi sanggupkah kau berikan segalanya
sekedar agar kami tak kesepian di hari tua?
6. Kami ingat memuji
kamu selalu di waktu kecil hanya untuk hal-hal sederhana seperti
mengucap huruf dari A sampai Z, berhitung dari satu sampai sepuluh.
Namun pernahkah kamu memuji kami untuk hal-hal sederhana seperti
mengantarkan kamu ke sekolah, menyiapkan makan malammu, atau menemani
kamu tidur di waktu malam?
7. Kami tak akan mengganggumu mengambil
keputusan nak, kami hanya orang tua yang memberimu saran agar tidak
bernasib seperti kami di masa depan. Tapi baiklah nak, selama kau tak
keluar dari akidah…
8. Baiklah nak, tetapi jika aku tak boleh
melakukan segalanya untukmu, mengapa kau marah dan merajuk ketika tak
mendapatkan apa yang kau inginkan ketika kami tak mampu memberikan?
9.
Bagi kami kebahagian kami haruslah menjadi kebahagiaan kamu juga nak,
tetapi baiklah kalau kau menganggap kebahagiaanmu harus menjadi milikmu
sendiri.
10. Sudah mampukah kamu mengikuti shalat tahajud ayah,
sementara kamu tertidur lelap? Adakah kamu di rumah saat ayah shalat
dhuha? Kaulah yang katakan kepada ayah bagaimana harusnya kau mengikuti
ayah dalam beribadah?
********gatau ini repost yg keberapa kali dari cerita sebenarnya, tapi setiap baca tulisan ini, rasanya air mata saya slalu mengalir tanpa henti..T__T
(terima kasih teman, Rindang Putuardi sudah memperbolehkan aku untuk repost tulisan ini dari notes di facebookmu)*************
selamat membaca, semoga bermanfaat ^^v
Tidak ada komentar:
Posting Komentar