Rabu, 07 Desember 2011

.:: Kisah Seorang Pendo’a ::.

Ketika kumohon kepada Allah nilai yang tinggi …
Allah memberiku nilai yang pas-pasan bahkan kurang agar aku lebih giat belajar.

Ketika kumohon pada Allah kebijaksanaan …
Allah memberiku masalah untuk aku pecahkan.

Ketika kumohon pada Allah keberanian …
Allah memberiku tantangan untuk kuatasi.

Ketika kumohon pada Allah bantuan …
Allah memberiku kesempatan agar aku berusaha.

Ketika kumohon pada Allah sebuah cinta …
Allah menghadirkan orang-orang bersalah untuk kutolong.

Ketika kumohon pada Allah kedewasaan …
Allah menghadirkan orang-orang manja agar aku bersabar dan memahaminya.

Aku tak menerima apa yang kupinta
Tapi aku menerima apa yang kubutuhkan
Do’aku terjawab sudah …

Sesungguhnya Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita dan selalu ada hikmah dari apa yang kita alami.
Hanya saja manusia sering tergesa-gesa bersu’udzon kepada Allah SWT.
Maha Suci Allah … Segala puji bagi Allah … Tiada Tuhan selain Allah … Allah Maha Besar!!!!

Ketika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia …
Allah tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa sedih …
Allah sudah menghitung air matamu.

Ketika kau berpikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja …
Allah sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untukmu ..
Allah selalu berada disampingmu.

Ketika kau berpikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu harus berbuat apa lagi …
Allah punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan …
Allah dapat menenangkanmu.

Ketika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan …
Allah sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur …
Allah telah memberkahimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban …
Allah telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi …
Allah sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

INGAT !!! dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap … Allah tahu !!!.

“Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian”. (QS. Al-Ashr : 1-2)

Ambillah waktu untuk berpikir, ini adalah sumber kekuatan.

Ambillah waktu untuk membaca, ini adalah sumber kebijakan dan kita perlu persiapan untuk menjawab tantangan di depan.

Ambillah waktu untuk berdo’a, karena kita hanya seorang hamba dan Allah yang menentukan.

Ambillah waktu untuk iman, mengasihi dan dikasihi, karena diri kita perlu cinta dan kasih sayang.

Ambillah waktu untuk bersaudara, karena hidup terasing tidak mengenakkan.

Ambillah waktu untuk tersenyum, karena ini pencerah keadaan dan melembutkan hati sang lawan.

Ambillah waktu untuk memahami orang lain, karena ini awal dari kedewasaan.

Ambillah waktu untuk bersedekah, karena hidup terlalu singkat untuk egois.

Ambillah waktu untuk bekerja, karena bekerja harga dari sebuah keberhasilan.

Tapi ingat, jangan ambil waktumu untuk disia-siakan, karena itu kan berujung pada penyesalan dan kesengsaraan.

Moslem Girl.

HASRAT UNTUK BERUBAH

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal
Aku bermimpi ingin mengubah dunia
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku
Kudapati bahwa dunia tak kunjung berubah

Maka cita-cita itupun agak kupersempit
Lalu kuputuskan untuk mengubah negeriku
Namun tampaknya hasrat itupun tiada hasilnya

Ketika usiaku semakin senja
Dengan semangatku yang masih tersisa
Kuputuskan untuk mengubah keluargaku
Orang-orang yang paling dekat denganku
Namun celakanya, merekapun tidak mau diubah

Dan ketika aku terbaring saat ajal menjelang
Tiba-tiba kusadari bahwa :

“Jika yang pertama-tama kuubah adalah diriku
Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan
Mungkin aku bisa mengubah keluargaku
Lalu dengan dukungan dan dorongan dari mereka
Mungkin aku bisa mengubah negeriku
Dan siapa tahu aku bahkan dapat MENGUBAH DUNIA”.

Rabu, 30 November 2011

Bapak Pensiun

Awal Desember..
Menjadi awal atau akhir ya.. Terserah mau nganggep apa. Tanggal 1 Desember bapakku ulang tahun yang ke-56 tahun. Saat itu juga bapak pensiun atau berakhir masa kerja menjadi PNS. Huhu rada sedih sih. Tapi mungkin ini semua adalah yang terbaik, karena semakin bertambah usia, bapakku semakin tua. Sudah saatnya beristirahat dirumah dan tidak bekerja.

Yaah bapak pensiun, artinya dikeluargaku udah gak ada lagi yang kerja jadi PNS. Bapakku termasuk pegawai yang rajin loh..
Bapak pensiun artinya di rumah udah gak ada lagi orang yang pake seragam PNS. Padahal bapakku terlihat gagah dan tampan banget pake seragam itu.
Bapak pensiun artinya di rumah udah gak ada lagi yang nyuci seragam PNS bapak.

Setiap hari Senin – Jumat sehabis adzan shubuh, bapakku bangun tidur, kemudian sholat rowatib qobliyah di rumah lalu bapak berangkat ke masjid untuk sholat berjamaah. Sehabis sholat shubuh di masjid, bapak mandi dan siap-siap pake seragam kebanggannya sambil menunggu sarapan. Sebenarnya bukan menunggu tapi nyiapin sendiri.
Sungguh mandiri..
Kenapa? Ibu kemana?
Sejak setahun yang lalu, ibuku kena stroke ringan, agak lumpuh bagian tubuhnya sebelah kiri, jadi ibu sudah 1 tahun gak masak atau megang kompor.
Paling ya kalo ada mbakku dan keluarganya lagi nginep dirumah, mbakku yang membuatkan sarapan untuk bapak. Kalau mbak gak ada, kadang adikku yang membuatkan sarapan. Itupun kalo anaknya udah bangun, kebiaasaan tidur mulu adikku itu.
Nina kemana? Aku sendiri ngapain?
Aku kuliah di Solo, aku gak di rumah.. Seandainya aku di rumah, akupun pasti akan menyiapkan sarapan untuk bapak (kalo udah bangun juga). Hehehe maklum suka bangun kesiangan kalo di rumah, aku bangun dibangunin saat bapak mau berangkat kerja, pamitan n cium tangan..
Sarapan apa bapak?
Yaah jangan mikir yang enak-enak, adanya cuma indomie, jadi adikku biasa membuatkan indomie untuk bapak.
Setiap hari makan indomie??
Gak juga.. Kadang bapak gak mau dibuatkan indomie, jadi hanya minum energen saja. Teh manis? Ya, ibu kadang buatin teh manis hangat untuk bapak.
Lalu?
Kalau semua itu tidak sempat, bapak terbiasa makan makanan sisa kemarin. Yang penting masih ada nasi, bapak makan sayur atau lauk sisa kemarin, cuma diangetin di magiccom. Itu sudah cukup kenyang untuk bapak.
Kalau semuanya makanan tidak ada di rumah, bapak gak ribut, bapak tetap berangkat kerja tanpa sarapan terlebih dahulu. T_T

Jam 5 atau setengah 6 pagi, bapak berangkat kerja, pamitan sama semua orang yang ada di rumah. Biasanya ibu nyebutin semua barang yang harus bapak bawa (maklum faktor U jadi suka lupa). Apa aja barang yang biasa bapak bawa? Dompet, hape, tanda pengenal, kunci kantor, kacamata, topi.
Kalo semua itu udah siap, bapak berangkat diantar adikku dari rumah sampai pintu tol bekasi timur. Nanti dari sana, bapak naik jemputan kantor.
Harus tepat waktu, karena kalau kesiangan sedikit ajaaaaa.. Bapak bakalan ketinggalan jemputan.
Lalu? Yaaaah terpaksa bapak naik bis umum, ribed!! Harus 3 kali nyambung bis untuk bisa sampai kantor bapak.
Bapak kerja dimana?
Bapakku kerja PNS di SUDIN NAKERTRANS JAKBAR (Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Barat) tepatnya di daerah Kembangan, Jakbar.

Sore sekitar jam 5, 6, atau bahkan jam 8 malam waktunya bapak pulang kerja. Gak tentu, tergantung keadaan jalanan di Jakarta, macet atau gak.
Biasanya sekitar jam segitu, bapak telpon ke rumah (dulu waktu telpon rumah masih aktif, sekarang sudah gak aktif. Telpon rumahku rusak, sudah berkali-kali dibenerin sama Telkom tetap aja gak ada perubahan) atau telpon ke hape ibu (sekarang ibu punya hape esia, pengganti telpon rumah) minta tolong adikku suruh jemput di pintu tol bekasi timur. Kalo adikku lagi gak ada di rumah (sekarang dia udah kerja di P.T. Toshiba), bapak pulang naik ojek dari pintu tol bekasi timur.

Pulang kerja bapak biasanya mandi dulu, terus kalo saat adzan maghrib bapak sudah di rumah dan sudah mandi, bapak langsung berangkat ke masjid sholat berjamaah. Kadang sehabis maghrib bapak pulang dulu, makan malam, kadang juga bapak di masjid dari maghrib sampai isya, jadi makan malamnya sesudah sholat isya.

Oiya, setiap hari bapakku minum obat. Udah gak bisa lepas dari obat.
(sejak aku masih SMP, bapak kena stroke, lumpuh anggota tubuhnya sebelah kanan).
Tapi bapak tetep semangat kerja, yaah walaupun kerja di kantor Cuma baca Koran atau absen aja (waktu itu disuruh pensiun dini, tp bapak gamau).
Makanya anggota keluargaku pasti slalu ingetin bapak minum obat, sebelum badannya ngedrop. Biasanya bapak minum obat setelah sarapan & setelah makan malam.

Kalau hari sabtu-minggu, biasanya setelah sholat shubuh di masjid, bapak dan teman2nya olahraga jalan santai.
Kadang kalau hari libur juga bapak suka nyuci baju sendiri. Soalnya ibu udah ga kuat nyuciin baju. Jadi di rumahku, setiap orang nyuci baju sendiri2.
Kalau gak sempet nyuci baju, biasanya bapak nyuruh adikku nyuciin baju bapak.
Oia, setiap hari libur juga bapakku rajiiiiiiiin banget sholat jamaah di masjid, bahkan 5 waktu. Bapakku ganteng pake baju koko & peci. Sebelum berangkat biasanya bapak sholat rowatib dulu di rumah..
Cuma ada beberapa hal yg membuat bapak gak sholat di masjid :
1. Hujan deras bgt & angin kenceng. Kalo Cuma gerimis, bapak tetep berangkat pake payung.
2. Bapak pulang kerja kemaleman.
3. Bapak lagi sakit ato gak enak badan.
4. Bapak lagi pergi atau ada urusan lain.

Huhu, jadi kangen sholat berjamaah di rumah sama bapak..
Biasanya, kalo bapak gak sholat di mesjid, bapak pasti ngajak aku, ibu & adikku sholat jamaah di rumah, terutama pas maghrib. Nanti, setelah sholat & dzikir, bapak pasti ngasih kultum untuk aku & adikku (soalnya ibu selalu ngacir duluan kalo selesai sholat.. nah loh ketahuan.. :p ). Yaaah walaupun gak nyampe 7 menit sih, tapi ceramahnya singkat, jelas, padat n penuh makna. Biasanya bapak ngasih nasehat2 atau pengetahuan tentang agama gtu..
LIKE THIS banget deh pokonya!!!!

Bapak pensiun, sebenarnya aku kepingin banget bisa gantiin bapak jadi PNS..
Mbakku udah gak mungkin, mbakku cuma lulusan SMA, sudah menikah, punya suami dan punya 1 anak (Alif Mbot).
Adikku juga gak mungkin, adikku cuma lulusan SMA, sekarang udah kerja di P.T Toshiba. Dari sejak SMP & SMA di sekolah swasta. Kalau ikut tes CPNS pun kayaknya adikku gak mampu, Lha wong ikut tes di PTN aja gak ada yg lolos satupun, apalagi tes CPNS. Otaknya gak kuat. Hehehe maph ya de..
Harusnya aku bisa.. Aku udah dikuliahin bapak sampe perguruan tinggi. Bapak kerja keras banting tulang utk biayain aku. Akankah aku bisa meneruskan perjuangan bapak menjadi PNS. Ya Allah.. Aku ingin sekali..
Yaaaaah manusia punya rencana, tapi Allah yang menentukan..:)

Selasa, 18 Oktober 2011

Curahan Hati Seorang Teman

Pertama, saat handphone berbunyi, telpon dan sms dari teman, maka tidak langsung mengangkat telpon atau membalas sms. Tapi, kalau dari pacar, sesibuk apapun akan diangkat telpon dari pacar dan langsung membalas sms dari pacar.

Kedua, saat teman minta ditelpon atau disms, rasanya sayang banget ngeluarin pulsa untuk nelpon atau sms teman. Tapi kalau pacar yang minta ditelpon atau disms, walaupun pulsa tinggal sedikit, direla-relain pulsa abis untuk telpon atau sms pacar.

Ketiga, saat ada masalah dengan pacar, pasti teman yang jadi tempat curhat, saat berantem dengan pacar, pasti teman yang jadi tempat pelampiasan untuk jelek-jelekin pacar. Tapi teman hanya mendengarkan, memberi saran supaya tetep sabar dan memberi dukungan. Teman membuat tenang, berusaha mendamaikan dengan pacar. Teman berusaha membuat senang dengan berkata yang baik-baik tentang pacar (walaupun sebenarnya mungkin sifat pacar tidak seperti itu).
Akhirnya baikan dengan pacar.

Saat-saat kembali mesra dengan pacar, terutama kalau abis berantem trus baikan. Rasanya dunia milik berdua dan merasa pacar yang paling ngertiin.
Mulailah kembali siklus pertama, kedua, dan ketiga.
Muncul kerenggangan dengan teman.
Apalagi saat ada masalah dengan teman, padahal masalah kecil, pasti cerita ke pacar, curhat ke pacar (karena merasa pacar adalah orang yang paling dekat dan paling ngertiin).
Saat menceritakan masalah dengan teman, saat itu pacar berkata “ya udah, ga usah temenan lagi sama teman kayak gitu. Jauhin aja”

Sungguh sedih sekali hati seorang teman.
Ingin rasanya teman marah, tapi teman rela melihat teman kesayangannya bahagia bersama pacar.
Karena suatu saat pasti teman dibutuhkan dalam keadaan apapun.
Dalam hati teman berkata “Jika pacar bisa selingkuh, semoga sahabat bisa setia. Jika ada mantan pacar, semoga ga ada mantan sahabat. Karena sahabat adalah senyuman semangat untuk sekarang nanti dan selamanya tetap dihati”.

Kamis, 13 Oktober 2011

TETAP ISTIQOMAH KETIKA KEJENUHAN ITU DATANG!!!!!!!!!!!!

Apa Pantas Berharap Surga???

Sholat dhuha cuma 2 rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya 2 rakaat, itupun sambil terkantuk-kantuk.

Sholat 5 waktu? Sudah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek pula. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah. Dilipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan shalat rawatib sebelum maupun sesudah salat wajib.

Satu lagi, semua diatas itu belum termasuk catatan:
“kalau tidak terlambat” atau “asal nggak bangun kesiangan”. Dengan shalat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah.

Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka.

Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktifitas menuju sumber panggilan. Kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.

Bca Al-Qur’an sesempatnya, tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung didalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikitpun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya.

Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sahari, itupun tidak rutin. Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas. Yang begini mengaku beriman?

Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah. Sesekali mereka terhenti, tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya.

Tak jarang mereka hiasi mushaf ditangan mereka dengan tetes air mata. Setiap tetes yang akan menjadi saksi dihadapan Allah bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi.

Bersedekah jarang, begitu juga infaq. Kalaupun ada, itupun dipilih mata uang terkecil yang ada didompet. Syukur-syukur kalau ada receh. Berbuat baik terhadap sesama juga jarang, paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, yah itung-itung ikut meramaikan. Sudah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, senyum. Apa sih susahnya senyum? Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap kebaikan dan kasih Allah?

Rasulullah adalah manusia yang paling dirindukan, senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan perhatiannya, juga pembelaannya bukan semata milik Khadijah, Aisyah, dan istri-istri beliau yang lain. Juga bukan teruntuk Fatimah dan anak-anak beliau yang lainnya.

Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, bahkan kepada musuhnya sekalipun. Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.

Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh, tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari, kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan. Detik demi detik dada ini terus jengkel setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka atau mendapat bencana. Sudah demikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini? Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?

Wajah indah Allah janjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang beriman yang masuk ke surga Allah kelak. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula. Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu? Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri?

Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orangtua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka, apalagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah. Padahal mereka tidak butuh apapun selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan dengan segenap cinta. Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah. Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap surga Allah?

Dari ridha orangtua lah, ridha Allah diraih. Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut sebagai tempat kita merengkuh surga.

Bukankah Rasulullah yang tak beribu memerintahkan kita untuk berbakti kepada ibu, bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu sebelum kemudain nama ayah?

Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup, kaki mulia tempat bersimpuh, dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan? Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu. Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu, hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka? Jangan tunggu penyesalan.

Ya Allah, Ya Rabb-ku, jangan Kau palingkan hati kami menjadi hati yang keras, sehingga meneteskan air mata pun susah. Merasa bersih, merasa suci, merasa tak bersalah, merasa tak butuh orang lain, merasa modernis dan visionis. Padahal dibalik cermin masa depan yang kita banggakan terlukis bayang hampa tanpa makna dan kebahagiaan semu penuh ragu.

Astaghfirullah……
Yaa Allah, ampunilah segenap khilaf kami. Aamiiin…

Jumat, 19 Agustus 2011

Rumahku Istanaku Part-1

tak adakah sesuatu yg lebih indah utk dilemparkan ke atap rumahku selain sampah & batu2 sebesar genggaman tanganmu wahai tetanggaku yg sedang terganggu jiwanya?

kau bisa saja melempari uang, beras, atau benda lain yg lebih bermanfaat..

rumahku sudah pasti lebih buruk dr rumahmu, jadi kau tdk perlu membuatnya lebih buruk..

sabar yaa rumahku, seandainya bisa, ingin ku pindahkan saja dirimu ke tengah lapangan atau tanah kosong agar kau merasa nyaman & tak ada lg yg menyakiti dirimu..

terima kasih telah membuat keluargaku merasa nyaman menempati dirimu selama lebih dari 20 tahun..

maaf kami tak mampu membalas pengabdianmu..

teruslah bersabar bersama keluargaku & selalu doakan agar kelak tetanggaku bisa segera sembuh dr penyakit jiwa & hatinya..

*ku panjatkan doa untukmu ya Allah. amin.

Minggu, 14 Agustus 2011

Kamus Bahasa Alif Mbot


Alif adalah keponakan pertama gw, cucu pertama ortu gw, anak pertama dr mbak gw.. Nama panjangnya Aliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiif... hhe, aslinya Alif Muhammad Yusuf. Bagus ya, namanya. Sapa dulu tantenya.. *narsis.. 

Alif lahir pada tanggal 14 April 2010 di Rumah Sakit Rawalumbu Bekasi melalui operasi sesar karena posisinya sungsang.. Anaknya lucuuuuuuuuu bgt deh.. Gw panggil Alif Mbot karena tubuhnya mungil dan padat berisi, pokonya membot abissss..

Karena usianya udah 1 tahun lebih, Alif mulai belajar jalan (sekarang udah bisa lari-lari sih) ga bisa diem. Ibarat lagu, "jatuh bangun aku mengejarmu". hhe.. Satu hal yang paling menarik, selain belajar berjalan, Alif juga mulai belajar ngomong. Ini nih yang bikin gw slalu ngakak mpe sakit perut kalo denger dy ngoceh. *lebay..

Berikut adalah beberapa kosakata yang sering Alif ucapkan sehari-hari: 
Ayah : ayah
Bunda (mbak gw) : duda
Mbah Kakung (bokap gw) : atung
Mbah Putri (nyokap gw) : mbah, tp kadang manggilnya "atung" juga. hhe...
Tante Nina : ake
Om Mumu (ade gw) : ong
Ayam : ayang
Kucing : puss
Cicak : icak
Tikus : titus
Badak : adak
Air : ai
Kuda : duda (ga ada bedanya kyk manggil bunda & udah)
Helm : ao
Minum : miu
Ilang : iang
Takut : akuh
Kerja :ceja
Uang : cicis (bahasa sunda)
Bola : boa
Kunciran : ciu
Jepitan : apit
Nasi : aci 
Pisang : icang
Klo ditanya, "ayah mana?" Alif jawab, "ceja"
Klo ditanya lagi, "ayah kerja cari apa?" Alif jawab, "cicis"
Klo ditanya, "Alif mam apa?", Alif jawab, "aci"
Setiap ditanya "semua nama benda/apapun" punya siapa, Alif pasti jawab, "ayah" kecuali 1, "ini ayam siapa?" Alif pasti jawab, "ajunnnn".. maksudnya klo ditanya ayam punya siapa, dy slalu jawab ayam punya arjun. (tetangga sebelah rumah, temen mainnya Alif) 
Klo dy haus & minta susu ASI ke bundanya, Alif bilang "duda, mimi adak".. maksudnya bukan dy minta minum sama badak (mentang-mentang bundanya badanya gede) hha...., tapi maksudnya mba gw slalu pke bantal badak klo lg nyusuin Alif..

*salam kangen dari ake nina utk Alif..

Rabu, 10 Agustus 2011

Alhamdulillah

Berhasil membuat blog rancangan sendiri walaupun masih banyak hal yang tidak dimengerti tetapi seiring berjalannya waktu mudah-mudahan lebih banyak hal lagi yang dapat saya mengerti.. Amin. Selamat bergabung di Blog saya.. Salam kenal, Nina..