Selasa, 18 Oktober 2011

Curahan Hati Seorang Teman

Pertama, saat handphone berbunyi, telpon dan sms dari teman, maka tidak langsung mengangkat telpon atau membalas sms. Tapi, kalau dari pacar, sesibuk apapun akan diangkat telpon dari pacar dan langsung membalas sms dari pacar.

Kedua, saat teman minta ditelpon atau disms, rasanya sayang banget ngeluarin pulsa untuk nelpon atau sms teman. Tapi kalau pacar yang minta ditelpon atau disms, walaupun pulsa tinggal sedikit, direla-relain pulsa abis untuk telpon atau sms pacar.

Ketiga, saat ada masalah dengan pacar, pasti teman yang jadi tempat curhat, saat berantem dengan pacar, pasti teman yang jadi tempat pelampiasan untuk jelek-jelekin pacar. Tapi teman hanya mendengarkan, memberi saran supaya tetep sabar dan memberi dukungan. Teman membuat tenang, berusaha mendamaikan dengan pacar. Teman berusaha membuat senang dengan berkata yang baik-baik tentang pacar (walaupun sebenarnya mungkin sifat pacar tidak seperti itu).
Akhirnya baikan dengan pacar.

Saat-saat kembali mesra dengan pacar, terutama kalau abis berantem trus baikan. Rasanya dunia milik berdua dan merasa pacar yang paling ngertiin.
Mulailah kembali siklus pertama, kedua, dan ketiga.
Muncul kerenggangan dengan teman.
Apalagi saat ada masalah dengan teman, padahal masalah kecil, pasti cerita ke pacar, curhat ke pacar (karena merasa pacar adalah orang yang paling dekat dan paling ngertiin).
Saat menceritakan masalah dengan teman, saat itu pacar berkata “ya udah, ga usah temenan lagi sama teman kayak gitu. Jauhin aja”

Sungguh sedih sekali hati seorang teman.
Ingin rasanya teman marah, tapi teman rela melihat teman kesayangannya bahagia bersama pacar.
Karena suatu saat pasti teman dibutuhkan dalam keadaan apapun.
Dalam hati teman berkata “Jika pacar bisa selingkuh, semoga sahabat bisa setia. Jika ada mantan pacar, semoga ga ada mantan sahabat. Karena sahabat adalah senyuman semangat untuk sekarang nanti dan selamanya tetap dihati”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar